.

rss

Daftar Artikel Menarik Tinggal di Klik!

translate to your language

Rabu, 23 Desember 2009

Mengintip Ducati Monster Rafi Ahmad





Ternyata,Raffi Ahmad, artis, penyanyi, pemain film dan presenter yang sedang naik daun ini penggemar motor gede juga. Tepatnya sejak awal Februari lalu, artis bernama lengkap Raffi Faridz Ahmad ini membeli Ducati Monster 696.

Kini, besutan miliknya bukan hanya Mercedes-Benz C200 baru dan Honda All New CR-V, tapi bertambah satu motor Ducati yang lama menjadi impiannya. "Alhamdullilah, akhirnya kesampaian juga punya Ducati. Sejak lama aku memang mengidamkan Ducati dan Harley. Tapi aku utamakan beli Ducati dulu. Soalnya, menurutku sih, Ducati itu lebih eksklusif. Banyak sih penggemarnya, tapi kalau dibanding dengan Harley masih lebih banyak Harley," ujar cowok yang saban pagi jadi presenter musik ini.

Belum Ada Boncengan
Tak hanya itu, di mata artis asal Bandung ini, Ducati 696 punya tongkrongan yang oke punya. Pas dengan postur tubuhnya yang enggak terlalu gede. "Rasanya lebih macho dan keren, karena dia punya knalpot dua. Sesuai dengan badanku yang enggak terlalu besar. Aku juga punya lengkap dengan jaket, helm dan sarung tangan Ducati. Jaketnya juga bisa buat clubbing. Asyik deh, buat nongkrong," seru pemegang gelar Artis Ngetop SCTV Award 2006 yang mengaku dapat hadiah jaket dari Pak Nugroho, pemilik dealer Ducati.

Menurutnya, tak hanya bagus secara tongkrongan, Ducati miliknya yang berwarna merah itu juga asyik buat bonceng pacar. "Soalnya boncengannya lebih tinggi ketimbang sopirnya, jadi bisa nempel, he..he..he.. tapi berhubung aku belum punya pacar, ya, baru aku pakai sendiri. Belum ada yang mbonceng nih," terang pemain di film Liar ini.
Raffi cukup lama juga order Ducati. Pasalnya motor tersebut harus diimpor dari Italia. Jadi perlu waktu selama tiga bulan untuk bisa menikmatinya di jalanan Jakarta

Jadi, usai serah terima motor, malamnya ia mencoba Ducati ngebut di jalan. Meski mampu lari lebih dari 200 km/jam, tapi ia baru mencobanya hingga 150 km/jam. "Asyik banget. Waktu itu, malam-malam, aku coba di bilangan Cipete-Antasari," tukasnya.

Memang ia ingin mencoba lebih cepat, tapi tentu harus di sirkuit. "Sebenarnya sih, aku tuh udah dapat undangan pada event-event Ducati. Ya, adalah, race sekadar seneng-senengan aja. Tapi akunya yang belum sempat. Tiap hari syuting “Dahsyat” dan syuting sinetron “Tarzan Cilik”, jadi belum ada waktu,” paparnya.

Walau demikian, Raffi berjanji tidak akan memakai Ducati miliknya untuk kebut-kebutan. Sebab baginya Ducati adalah motor untuk hobi dan gaul. "Untuk dinikmati tongkrongannya dan dinikmati perjalanannya," ucap sulung dari tiga bersaudara ini.

Rumah Kedua

Dengan kehadiran anggota baru dalam keluarga koleksi kendaraannya, kini Raffi lebih sering naik Ducati ketimbang Mercedes dan CR-V. "Sebisa mungkin kalau clubbing atau gaul aku lebih suka pakai Ducati. Tapi kalau ke lokasi syuting, sudah pasti pakai CR-V. Soalnya CRV putihku itu, sudah seperti rumah kedua. Karena besar, jadi semua keperluan syuting ada di dalamnya," ungkap cowok yang dulu pernah trauma naik motor karena pernah kecelakaan itu.

Agaknya ia termasuk penganut paham kenyamanan berkendara. Alasan itu pula yang membuatnya memilih beli All New CR-V di awal 2008. Menurutnya, SUV tersebut cukup nyaman untuk mengantarnya bepergian. Mobil yang berpelat nomor, B 1915 itu, cukup irit dan cocok untuk berkendara dalam kondisi seperti sekarang. "Menurutku sih cukup irit ya. Makanya aku pilih jadi mobil operasional. Yang selalu mengantarkan aku ke RCTI, ke lokasi syuting dan bolak-balik ke Bandung antar jemput Mami," akunya.

CR-V miliknya diakui sebagai mobil yang mewakili jiwa muda. Karena itu ia memasang satu set sound system yang cukup mantap. "Waktu itu aku disponsori Cubic untuk sound-nya."

Sementara untuk ke acara-acara formal, Raffi memilih pakai C-Class yang bernomor pelat B 1787 R miliknya. Untuk sedan premium yang dibeli menjelang lebaran Oktober 2008 lalu itu, dia memakai angka dari tanggal dan tahun kelahirannya. Angka 17 dari tanggal dan 87 tak lain tahun kelahirannya. Sebelumnya, ia juga memiliki Mercedes tipe terdahulu. "Tapi berhubung sudah banyak yang dijadikan taksi, aku jual dan ganti yang baru. Bagiku Mercy C200 itu nyaman dan oke juga kalau mau nyetir sendiri,” terangnya.

Bedanya dengan CR-V, Raffi tak banyak melakukan perubahan pada interior maupun sistem audio pada C200. ”Kalau Mercy kan mobil mewah, jadi aku suka dengan kemewahan yang orisinal," akunya.

Kini personel BBB (Bukan Bintang Biasa) ini masih menyimpan satu lagi keinginannya. "Insya Allah, tinggal beli satu lagi, Yakni Harley-Davidson. Aku bersyukur banget, berarti terpenuhi sudah keinginanku. Cita-cita punya Harley dan Ducati," tutur Raffi dengan mata berbinar.

Artikel Terkait:

0 komentar:


Poskan Komentar